sudahlah tertimpa musibah lalu tidak bisa mengambil hikmah | maka tidak bisa bersabar itulah musibah yang jauh lebih parah
sudahlah kena musibah malah marah-marah | sudahlah sesak kesal malah ditambah susah
marah-marah jarang bisa mengubah keadaan | kalaupun mengubah seringkali jadi lebih buruk
asal tahu saja yang paling deket sama lisan kita itu ya telinga kita | jadi efek marah-marah yang paling parah kena ke kita juga
jadi ketika musibah pertama yang dilakukan ucap "innalillahi wa inna ilaihi raajiuun" | serahkan dulu dan kembalikan semua ke Allah
lalu kita kelola musibah itu | 1) bagaimana meminimalisir kerugian? 2) apa yang masih bisa diselamatkan? 3) apa saja pilihan kita?
nah bila dari awal musibah malah sudah marah-marah | kerugian maksimal, semua hilang dan pilihan solusi lenyap
orang lain pun akan respek bila kita kalem saat mendapat musibah | dan mereka pasti terdorong untuk membantu semaksimalnya
dan yang jelas jika melihat orang yang marah-marah | yang lain pun enggan dan malas tawarkan bantuan
mungkin kita harus belajar menikmati setiap 'pemberian' Allah | jalani dengan sabar karena diujungnya pasti ada hikmah
selama syariat Allah tiada kita langgar dan tujuannya ridha Allah | saya yakin tidak ada keburukan yang akan menimpa dari musibah
@felix siauw
Tidak ada komentar:
Posting Komentar