Minggu, 20 Oktober 2013

Dibalik Musibah

sudahlah tertimpa musibah lalu tidak bisa mengambil hikmah | maka tidak bisa bersabar itulah musibah yang jauh lebih parah

sudahlah kena musibah malah marah-marah | sudahlah sesak kesal malah ditambah susah

marah-marah jarang bisa mengubah keadaan | kalaupun mengubah seringkali jadi lebih buruk

asal tahu saja yang paling deket sama lisan kita itu ya telinga kita | jadi efek marah-marah yang paling parah kena ke kita juga

jadi ketika musibah pertama yang dilakukan ucap "innalillahi wa inna ilaihi raajiuun" | serahkan dulu dan kembalikan semua ke Allah

lalu kita kelola musibah itu | 1) bagaimana meminimalisir kerugian? 2) apa yang masih bisa diselamatkan? 3) apa saja pilihan kita?

nah bila dari awal musibah malah sudah marah-marah | kerugian maksimal, semua hilang dan pilihan solusi lenyap

orang lain pun akan respek bila kita kalem saat mendapat musibah | dan mereka pasti terdorong untuk membantu semaksimalnya

dan yang jelas jika melihat orang yang marah-marah | yang lain pun enggan dan malas tawarkan bantuan

mungkin kita harus belajar menikmati setiap 'pemberian' Allah | jalani dengan sabar karena diujungnya pasti ada hikmah

selama syariat Allah tiada kita langgar dan tujuannya ridha Allah | saya yakin tidak ada keburukan yang akan menimpa dari musibah

@felix siauw

Tidak ada komentar:

Posting Komentar