Tampilkan postingan dengan label kisah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kisah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 19 Maret 2014

Kebiasaan Hasan bin Ali bin Abi tholib

Dikisahkan bahwasanya di antara kebiasaan Hasan bin Ali bin Abi Thalib di Madinah adalah membuka lebar pintu rumahnya layaknya dapur umum. Seperti dapur umum, pagi, siang, malam rumah itu menghidangkan makanan untuk semua orang yang berdatangan.

Di zaman itu di Madinah belum ada tempat penginapan atau hotel. Tiap hari, Hasan menyembelih onta kecil untuk dihidangkan ke para peziarah Madinah atau orang-orang miskin pada umumnya.

Suatu hari, ada orang Arab Badui (dusun) yang datang dan makan dirumahnya. Sehabis makan, ia tidak langsung pulang, melainkan duduk dan membungkus beberapa makanan ke dalam tas. Melihat keanehan itu, Hasan datang menyapa.

Kenapa kau mesti membungkusnya? Lebih baik kau datang makan tiap pagi, siang dan malam di sini. Biar makananmu lebih segar,” kata Hasan.

Oh, ini bukan untukku pribadi. Tapi untuk orang tua yang kutemui di pinggir kota tadi. Orang itu duduk di pinggir kebun kurma dengan wajah lesuh dan memakan roti keras.

Dia hanya membahasahi roti itu dengan sedikit air bergaram dan memakannya. Aku membungkus makanan ini untuknya, biar dia senang.,” jawab orang Badui.

Mendengar itu, Hasan kemudian menangis tersedu-sedu. Badui itu heran dan bertanya, “Kenapa Tuan menangis? Bukankah tak ada yang salah jika aku kasihan dengan lelaki miskin yang di pinggiran kota itu?”

Dijawab oleh Hasan, sembari tersedu, “Ketahuilah, saudaraku. Lelaki miskin yang kau jumpai itu, yang makan roti keras dengan sedikit air bergaram itu, dia adalah ayahku: Ali bin Abi Thalib. Kerja kerasnya di ladang kurma itulah yang membuatku bisa menjamu semua orang setiap hari di rumah ini.”

Sabtu, 11 Januari 2014

Binatang Bisa Ngomong

BIAWAK PADANG PASIR BISA NGOMONG
_________________________

Imam Albaihaqy dalam kitabnya DALAILUN NUBUWAH 6/36 mengeluarkan sebuah hadits yang bersumber dari Sayyidina Umar bn khattab rodhiyallahu anhu.

Pada suatu hari Rasulullah sholallahu alaihi wa sallam duduk di majlis nya para sahabatnya tiba tiba datanglah seorang pedalaman/pegunungan (a'robiy) dengan membawa biawak padang pasir (dhob) yang ia dapat dari pemburuannya.
Lalu Rasulullah menawarkan orang tersebut agar masuk islam.

Orang tersebut berkata:
"Demi Tuhan LATA & UZZA aku tidak akan beriman kepadamu kecuali jika hewan biawak ini beriman kepadamu !"

Lalu Rasulullah berkata:
"Hai biawak padang pasir. ...!

Biawak tersebut menjawabnya dengan lisan yang fasih sehingga orang orang semua nya disitu bisa mendengar nya dengan jelas. Biawak itu menjawab:

"Aku penuhi panggilanmu wahai manusia terbaik di hari kiamat..."

Rasulullah bertanya:"Siapa yang kau sembah?"

Biawak itu menjawab:
"Allah yang Arsy-Nya di langit dan Kerajaan-Nya di bumi dan Rahmat-Nya di surga dan siksa-Nya dineraka".

Rasulullah bertanya lagi:
"Siapakah aku?"

Biawak itu menjawab:
"Engkau adalah Utusan Tuhan sekalian alam dan sang Penghujung para nabi. Sungguh beruntung orang yang membenarkanmu dan sungguh sia sia orang yang mendustakanmu !"
__________
Menyaksikan fenomena keajaiban ini, orang pedalaman tersebut akhirnya memeluk agama islam.

Subhanallah Masya Allaaah. ...
Shollu alan nabiy !!!

KIJANG BETINA BISA NGOMONG
__________________________________

Imam Albaihaqy dalam kitabnya DALAILUN NUBUWAH 6/41-43, menceritakan sebuah hadits yang bersumber dari istri Nabi Sayyidah Umi Salamah rodhiyallahu anha.

Pada suatu hari Rasulullah digurun/padang pasir tiba tiba ada seekor kijang betina yang memanggil; "Duhai Rasulallah...

Rasulullah berkata:"Ada apa? Apa keperluanmu?"

Kijang itu berkata:"Orang pedalaman ini (a'roby) telah memburu dan menangkapku...Sedangkan aku mempunyai 2 anak yang masih kecil digunung itu wahai Rasulallah. .
(pada saat itu orang pedalaman tsb sdg tidur) maka oleh Rasulullah kijang itu hendak dibebaskan agar ia bisa pergi dan kembali ke anak anaknya...
Lalu ternyata orang pedalaman tersebut bangun dan memperingatkan Rasulullah. Dia berkata:"Apakah engkau punya kepentingan ada disini?"

Rasulullah berkata:"Iya... mohon lepaskan kijang betina ini !

Lalu dia melepaskannya, sehingga kemudian ia bisa pergi kembali ke gurun dan kijang itu berucap:

"Asyhadu anla ilaha illallah... wa annaka Muhammad Rasulullah. ."

Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah... dan aku bersaksi bahwa engkau adalah Utusan Allah...

Subhanallah Masya Allaaah. ..
Shollu alan nabiy !!

SERIGALA BISA NGOMONG
____________________________

Imam Albaihaqy dalam kitabnya DALAILUN NUBUWAH 6/41-43, menceritakan sebuah hadits yang bersumber dari Abi Said Alkhudri dan Abi Hurairah rodhiyallahu anhuma.

Pada hari menjelang meletusnya perang uhud, disebuah daerah di ceritakan ada seorang yang sedang mengembalakan domba domba nya. Tiba tiba datanglah seekor serigala yang sedang mengincar seekor dombanya dan berhasil mengambilnya. Lalu si pengembala tersebut memergoki dan memintanya dan ia berhasil merebutnya kembali. Serigala di usirnya namun tak mau pergi. Serigala tersebut malah duduk manis dan berkata:

"Apakah kamu tidak bertaqwa (takut) kepada Allah? Kamu telah menghalangi antara aku dan rezeki ku...

Si pengembala itu berkata:
"Loh.. aneh... serigala ini bisa ngomong !!

Serigala itu bilang:"Kamu lebih aneh daripada aku... Kamu diam saja disini duduk2 nungguin domba dombamu... kamu malah meninggalkan sosok Nabi yang Allah tidak pernah mengutus seorang Nabi yang seAgung dia...
Allah telah membukakan pintu surga untuknya... dan para sahabatnya di muliakan oleh para bidadari yang senantiasa melihat di setiap pertempuran mereka. Tidak ada diantara dirimu dan dirinya SAW kecuali ikut golongan ini.. oleh sebab itu jadilah kamu tentara tentara Allah... (bergabung dlm perang uhud)

Lantas si pengembala itu bertanya:"Lalu siapa yang akan menjaga domba dombaku ini?"

Serigala itu berkata:"Akulah yang akan mengembalakannya sampai kamu datang kembali. ."

Kemudian si pengembala itu berlalu pergi dan akhirnya menemukan Rasulullah hendak siap berperang. Dia masuk islam dan bergabung dengan pasukannya.

Seusai peperangan itu ia ingin menceritakan kisah pertemuan ajaibnya dengan seekor serigala itu kepada Rasulullah. Lalu Rasulullah berkata:"Berdirilah... silahkan ceritakan kepada mereka (agar semuanya disini tau).

Setelah mendengarkan ceritanya si pengembala itu, Rasulullah berkata kepadanya:
"Kini kembalilah kamu pada domba dombamu... engkau akan menjumpainya utuh tetap dalam penjagaan si serigala itu.

Lalu kembali lah si pengembala tersebut dan benar, dia mendapati domba domba nya utuh dan selamat.

Kemudian ia menyembelih seekor kambing nya untuk diberikan ke serigala nya itu.....

Subhanallah Masya Allaaah. ..
Shollu alan nabiy !!

Kamis, 09 Januari 2014

Yang perlu dilakukan adalah bersyukur

Kisah berikut adalah kisah shahih yang menceritakan mengenai 3 orang Bani Israil. Ada yang buta, berkepala botak dan berpenyakit lepra. Kisah ini menandakan ada orang yang bersyukur dan ada yang kufur terhadap nikmat Allah. Kita tentu saja mencontoh perliaku yang baik dan meninggalkan perilaku yang jelek dari kisah ini.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahuanhu bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahualaihi wa sallam bersabda :

Sesungguhnya ada tiga orang dari Bani Israil, yaitu: penderita penyakit lepra, orang berkepala botak dan orang buta. Kemudian Allah Ta’ala ingin menguji mereka bertiga, maka diutuslah kepada mereka seorang malaikat.

Maka datanglah malaikat itu kepada orang pertama yang menderita penyakit lepra dan bertanya kepadanya: “Apakah sesuatu yang paling kamu inginkan?” Ia menjawab: “Rupa yang bagus, kulit yang indah, dan penyakit yang menjijikkan banyak orang ini hilang dari diriku”. Maka diusaplah orang tersebut, dan hilanglah penyakit itu, serta diberilah ia rupa yang bagus, kulit yang indahMalaikat itu bertanya lagi kepadanya: “Lalu kekayaan apa yang paling kamu senangi?” Ia menjawab: “Unta atau sapi.” Maka diberilah ia seekor unta yang sedang bunting, dan iapun didoakan: “Semoga Allah melimpahkan berkah-Nya kepadamu dengan unta ini.

Kemudian Malaikat tadi mendatangi orang kepalanya botak, dan bertanya kepadanya: “Apakah sesuatu yang paling kamu inginkan?” Ia menjawab: “Rambut yang indah, dan apa yang menjijikkan banyak orang ini hilang dari diriku”. Maka diusaplah kepalanya, dan seketika itu hilanglah penyakitnya, serta diberilah ia rambut yang indah. Malaikat tadi bertanya lagi kepadanya: “Harta apakah yang kamu senangi?” Ia menjawab: “Sapi atau unta.” Maka diberilah ia seekor sapi yang sedang bunting dan didoakan: “Semoga Allah memberkahimu dengan sapi ini.”

Kemudian malaikat tadi mendatangi orang yang buta, dan bertanya kepadanya: “Apakah sesuatu yang paling kamu inginkan?” Ia menjawab: “Semoga Allah berkenan mengembalikan penglihatanku sehingga aku dapat melihat orang.” Maka diusaplah wajahnya, dan seketika itu dikembalikan oleh Allah penglihatannya. Malaikat itu bertanya lagi kepadanya: “Harta apakah yang paling kamu senangi?” Ia menjawab: “Kambing.” Maka diberilah ia seekor kambing yang sedang bunting.

Lalu berkembangbiaklah unta, sapi dan kambing tersebut, sehingga yang pertama memiliki satu lembah unta, yang kedua memiliki satu lembah sapi, dan yang ketiga memiliki satu lembah kambing.

Sabda Nabi shallallahualaihi wa sallam selanjutnya:

Kemudian, datanglah Malaikat itu kepada orang  yang sebelumnya menderita penyakit lepra, dengan menyerupai dirinya (yakni di saat ia masih dalam keadaan berpenyakit lepra), dan berkata kepadanya: “Aku seorang miskin, telah terputus segala jalan bagiku (untuk mencari rizki) dalam perjalananku ini, sehingga tidak akan dapat meneruskan perjalananku hari ini kecuali dengan pertolongan Allah, kemudian dengan pertolongan anda. Demi Allah yang telah memberi anda rupa yang tampan, kulit yang indah, dan kekayaan ini, aku minta kepada anda satu ekor unta saja untuk bekal meneruskan perjalananku.” Tetapi dijawab: “Hak-hak (tanggunganku) masih banyak.” Malaikat tadi berkata kepadanya: “Sepertinya aku pernah mengenal anda, bukankah anda ini dulu orang yang menderita penyakit lepra, yang orang-orang pun jijik melihat anda, lagi pula anda miskin, kemudian Allah memberikan kepada anda harta kekayaan?” Dia malah menjawab: “Harta kekayaan ini aku warisi turun-temurun dari nenek moyangku yang mulia lagi terhormat.” Maka  malaikat tadi berkata kepadanya: “Jika anda berkata dusta niscaya Allah akan mengembalikan anda kepada keadaan anda semula.”

Kemudian malaikat tadi mendatangi orang yang sebelumnya berkepala botak, dengan menyerupai dirinya (disaat masih botak), dan berkata kepadanya sebagaimana ia berkata kepada orang yang pernah menderita penyakit lepra, serta ditolaknya sebagaimana ia telah ditolak oleh orang yang pertama. Maka malaikat itu berkata: “Jika anda berkata dusta niscaya Allah akan mengembalikan anda seperti keadaan semula.

Kemudian malaikat tadi mendatangi orang yang sebelumnya buta, dengan menyerupai keadaannya dulu (di saat ia masih buta), dan berkata kepadanya: “Aku adalah orang yang miskin, kehabisan bekal dalam perjalanan, dan telah terputus segala jalan bagiku (untuk mencari rizki) dalam perjalananku ini, sehingga aku tidak dapat lagi meneruskan perjalananku hari ini, kecuali dengan pertolongan Allah kemudian pertolongan anda. Demi Allah yang telah mengembalikan penglihatan anda, aku minta seekor kambing saja untuk bekal melanjutkan perjalananku.” Maka orang itu menjawab: “Sungguh aku dulunya buta, lalu Allah mengembalikan penglihatanku. Maka ambillah apa yang anda sukai, dan tinggalkan apa yang tidak anda sukai. Demi Allah, sekarang ini aku tidak akan mempersulit anda dengan memintamu mengembalikan sesuatu yang telah anda ambil karena Allah.” Maka malaikat tadi berkata: “Peganglah kekayaan anda, karena sesungguhnya kalian ini hanya diuji oleh Allah. Allah telah ridha kepada anda, dan murka kepada kedua teman anda.” (Hadits shohih. Diriwayatkan oleh al-Bukhori, no. 3464 dan Muslim, no. 2964)